ARTIKEL BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM (1)
PENGARUH
IMPLEMENTASI COMMUNITY BASED LEARNING PADA SISWA KELAS VIII PONDOK
PESANTREN BABUSADDA BAJO TAHUN 2020
Milsa Ramadhani
Abstrak:
Pembelajaran
berbasis masyarakat adalah adalah
suatu sistem pendidikan yang dirancang oleh
masyarakat untuk masyarakat. Jadi dalam pengaruh implementasinya harus
berkaitan langsung dengan masyarakat.Untuk mengetahui pengaruh dan Implementasi
pembelajaran berbasis masyarakat pada pondok pesantren Babusadda Bajo. Penelitian
di lakukan dengan memberikan siswa kuesioner terlebih dahulu ,setelah itu di
lanjutkan dengan sesi wawancara yang di lakukan ke pada empat siswa yang
seseuai dengan kategori penelitian dan sesuai dengan hasil kuesioner. Adapun
fakta yang di peroleh yaitu pengaruh Implementasi pada siswa kelas VIII pondok
Pesantren Babusadda Bajo yang pengaruh
implementasinya berbeda- beda pada
setiap siswa sesuai dengan pengalaman yang di dapatkanya ketika menjalani
program Community Based Learning yang telah di terapkan pada pondok pesantren
Babusadda Bajo,dan beberapa sisiwa yang telah mengikuti kegiatan ini telah merasakan
manfaat dari program Community Based
Learning ini seperti mereka dapat bersosialisasi dengan baik kepada
masyarakat sekitar,dan dapat meningkatkan kepercayaan diri mereka ketika
bersosialisasi.
Kata
kunci:Pengaruh, Implementasi, Community Based Learning
Abstract :
Community
based learning is an education system designed by the community for the
community. So the influence of the
implementation must be directly related to the community. To find out the
influence and implementation of community-based learning in the Bajusadda Bajo
Islamic boarding school, the study was conducted by giving students a
questionnaire first after that followed by an interview session conducted on
four students in accordance with the category
and in accordance with the results of the questionnaire The facts
obtained are the effect of implementation on the eighth grade students of the
Islamic Boarding School Babusadda Bajo.
Bajo And some students have also benefited from this Community Based
Learning program as they can socialize well with the surrounding community, and
can increase their confidence when socializing
Keywords:
Influence, Impl mentation, Community
Based Learming.
Pendahuluan
Community
based learning atau
dalam bahasa indonesia sering kita sebut dengan pendidikan berbasis masyarakat
adalah suatu sistem yang dirancang oleh masyarakat untuk masyarakat,hal ini
juga sudah ada Dalam Undang-Undang sistem pendidikan
nasional Nomor 20 tahun 2003 disebutkan adanya konsep tentang pendidikan
berbasis masyarakat dalam Undang-Undang tersebut disebukan bahwa masyarakat memiliki hak untuk
menyelenggarakan pendidikan dengan konsep yang disusun sendiri oleh masyarakat
berdasarkan kekhasan agama, lingkungan sosial, dan budaya.Penyelenggaraan
pendidikan berbasis masyarakat yang mengembangkan dan melaksanakan kurikulum
dan evaluasi pendidikan,tapi tetap menggunakan managemen dan pandanganya sesuai
dengan standar nasional pendidikan.
Menurut
Tilaar (2000) pendidikan yang ideal adalah pendidikan dari masyarakat dan untuk
masyarakat. Pendidikan yang berdasarkan pada masyarakat adalah merupakan bentuk
pendidikan yang sebenarnya.Pendidikan akan menjadi terasing dari konteks
tujuanya apabila partisipasi masyarakat di abaikan,Karena pendidikan tidak
mampu menjawab tantangan yang ada pada
masarakat maka terbentuklah lembaga
pesantren yang dapat menjawab tantangan tersebut.
Berdasarkan
observasi yang di lakukan oleh peneliti pada hari rabu,28 mei 2020 terhadap
siswa kelas VIII Pondok Pesantren Babusaddah Bajo,dan ternyata sudah ada
beberapa penerapan Community based
learning pada Pondok Pesantren tersebut hal ini dapat di lihat melalui
kegiatan yang dilaksanakan pada pondok pesanren ini setiap tahun yaitu ceramah
ramadhan yang harus di lakukan oleh setiap santri wati di beberapa mesjid yang
berada di daerah Sulawesi selatan .
Adapun
masalah yang akan di kaji dalam pembahasan hasil observasi berikut ini, yaitu
mengetahui sejauh manakah pengaruh implementasi community based learning pada siswa kelas VIII Pondok Pesantren
Babusaddah Bajo.
Berdasarkan
uraian di atas,maka dalam pencapaian ke arah tujuan penelitian ini,yaitu untuk
mengetahui sejauh mana penerapan community
based learning dengan cara melakukan wawancara dengan judul” PENGARUH IMPLEMENTASI COMMUNITY BASED LEARNING PADA
SISWA KELAS VIII DI PONDOK PESANTREN
BABUSADDA BAJO”.Manfaat yang akan di peroleh pembaca adalah mengetahui seberapa
besar pengaruh implementasi community
based learning pada siswa pondok pesantren dan dapat membandingkanya dengan
penerapan community based learning yang ada di sekolah umum atau pondok
pesanter lain.
Metode
Penelitian
Data dalam penelitian ini berupa observasi
yang langsung dilakukan penulis pada siswa kelas VIII Pondok Pesantren Babusaddah
Bajo yang berjumlah 4 orang .Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa
kelas VIII Pondok Pesantren Babusaddah Bajo yang berjumlah 4 orang dengan
menggunakan metode wawancara.
Dalam
penenlitian ini teknik pengumpulan data disesuaikan dengan pendapat Creswell
(2009), metode kualitatif dibagi menjadi lima macam yaitu phenomenological
research, grounded theory, ethnography, case study and narrative research. Yang
pertama, yitu Fenomenologis (phenomenological research), adalah
merupakan salah satu jenis penelitian kualitatif, dimana peneliti melakukan
pengumpulan data dengan observasi partisipan untuk mengetahui fenomena esensial
partisipan dalam pengalaman hidupnya. Kedua, Teori Grounded (grounded
theory) adalah salah satu jenis metode kualitatif, dimana peneliti dapat
menarik generalisasi (apa yang diamati secara induktif), teori yang abstrak
tentang proses, tindakan atau interaksi berdasarkan pandangan dari partisipan
yang diteliti. Ketiga, Etnografi (ethnography) adalah merupakan salah
satu jenis penelitian kualitatif, dimana peneliti melakukan studi terhadap
budaya kelompok dalam kondisi yang alamiah melalui observasi dan wawancara.
Keempat, Studi Kasus (case study) adalah salah satu jenis penelitian
kualitatif, dimana peneliti melakukan eksplorasi secara mendalam terhadap
program, kejadian, proses, aktivitas,terhadap satu atau lebih orang. Suatu
kasus terikat oleh waktu, aktivitas dan peneliti melakukan pengumpulan data
secara mendetail dengan menggunakan berbagai prosedur pengumpulan data dan
dalam waktu yang berkesinambungan. Kelima, Penelitian Narative (narrative
research ) adalah salah satu jenis penelitian kualitatif, dimana peneliti
melakukan studi terhadap satu orang individu atau lebih untuk memperoleh data
tetang sejarah perjalanan dalam kehidupannya. Data tersebut selanjutnya oleh
peneliti disusun menjadi laporan yang
naratif dan kronologis.
Adapun
parttisipan atau peserta yang berpartisipasi pada penelitian ini adalah siswa
kelas VIII Pondok Pesantren Babusadda Bajo yang telah mengikuti beberapa
kegiatan Community based learning
seperti dakwa dari mesjid ke mesjid dan organisasi yang langsung berhubungan
dengan masyarakat sekitarnya.
Empat
dari 25 partisipan telah di peroleh dengan metode purposive
sampling berdasarkan skor yang berbeda-beda dari kuesioner perilaku kerja
sama(Tarricone dan Luca 2002).Isi kuesioner terdiri dari 10 intem pertanyaan
yang telah mewakili kriteria komponen karakteistik tim/kelompok yang sukses
sehingga total skor maksimal adalah 10,Peneliti telah membagi kategtori
perilaku kerja sama mulai dari skor yang di dapatkan siswa antara 7-10
kategori”sedang”jika skor yang diperoleh antara 4-8 kategori “rendah”jika skor
yang diproleh 1-4
Penelitian yang dilakukan
di Pondok Pesantren Babusadda Bajo.kegiatan Pertama kali adalah melaksanakan aktivitas
pengisian kuesioner yang di ikuti oleh 25 partisipan yang dilaksanakan pada waktu dan
tempat yang telah disesuaikan dengan keadaan dan kondisi di sekolah tersebut.
Kegiatan selanjutnya adalah melakukan observasi terhadap 4 partisipan yang
dipilih oleh peneliti berdasarkan jawaban kuesioner yang telah di laksanakan
pada kegiatan awal.Untuk mengikuti kegiatan wawancara yang dilakukan di luar
jam pelajaran inti.
Aadapun beberapa Perlengkapan
atau instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu informed-consent,
kuesioner siswa mengenai perilaku kerjasama, panduan wawancara untuk siswa,
buku catatan, alat tulis, alat perekam, computer .Adapun beberapa Panduan
wawancara digunakan sebagai pedoman untuk lebih memudahkan peneliti dalam proses
mengajukan pertanyaan agar tetap sesuai dengan konteks dan topik penelitian. Adapun
beberapa pertanyaan yang di ajukan: (1) jelaskan keterlibatan kamu dalam
organisasi berbasis masyarakat ini, dari persiapan, pelaksanaan sampai
dengan setelah pelaksanaan; (2) menurutmu, apa saja manfaat yang kamu peroleh
setelah mengikuti program CBL ini? (3) bagaimana dampak yang muncul setelah anda
mengikuti program CBL?
Hasil dan pembahasan
Berdasarkan Observasi
yang telah dilaksanakan oleh peneliti mengenai “pengaruh implementasi community based learning pada siswa
kelas VIII Pondok Pesantren Babusadda Bajo”. Penelitian dimulai dari tahap
menentukan partisipan yang dilakukan pada hari Kamis tanggal 29 Mei 2020. Pada
tahap ini, sebanyak 25 siswa kelas VIII Pondok Pesantren Babusadda Bajo tahun
ajaran 2019-2020 diminta untuk mengisi kuesioner tentang perilaku kerjasama
yang muncul dalam diri mereka setelah mereka menjalani kegiatan dakwa ramadhan
atau salah satu program CBL yang
di adakan oleh pondok pesantren Babusadda Bajo setiap bulan ramadhan.
Berdasarkan perolehan skor, dari 25 siswa peneliti akan memilih 4 siswa yang
sesuai dengan kriteria yang di butuhkan penulis dan sesuai dengan jawaban
mereka dari kuesioner yang telah mereka kerjakan, dengan skor perilaku
kerjasama yang berbeda-beda.
Partisipan yang
terpilih dalam penelitian ini terdiri dari 4 siswa perempuan yaitu Adinda
Tasya, Elsa Fahrena, Nurul Hidaya, Vanesa Azzahra. Secara umum, seluruh
partisipan termasuk siswa yang aktif mengikuti kegiatan di sekolah dan Mereka
memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, sehingga dapat mengutarakan
pendapat maupun informasi secara jelas kepada orang lain dan saat proses
wawancara berlangsung.
Proses
wawancara dilaksanakan pada tanggal 29 Mei 2020 yang di laksanakan dilokasi
pondok pesantren babusadda Bajo di luar jam pelajaran. Berikut ini kutipan
hasil wawancara antara peneliti dan 4 siswa yang telah terpilih berdasarkan kriteria
yang di butuhkan oleh penulis pada penelitian ini dan kuesioner yang telah
diberikan di awal penelitian:
Wawancara pada siswa pertama
P:
(1) jelaskan keterlibatan kamu dalam organisasi berbasis masyarakat ini,
dari persiapan, pelaksanaan sampai dengan setelah pelaksanaan?
AT:”Jadi
adapun keterlibatan saya pada organisasi ini adalah sangat aktif karena saya
merupakan salah satu panitia yang harus berpartisipasi besar dalam kegiatan
kemasyarakatan ini,mulai dari berlatih untuk dakwah,hingga harus terjun langsung
ke 3 mesjid untuk berdakwah”
P:
(2) menurutmu, apa saja manfaat yang kamu peroleh setelah mengikuti program CBL
ini?
AT:”Aadaun
beberapa manfaat yang saya peroleh yaitu dapat meningkatkan kepercayaan diri
saya dalam berceramyah,dan saya juga sudah dapat berguna bagi masyarakat yang
ada di sekitar saya”.
P : (3) bagaimana
dampak yang muncul setelah anda mengikuti program CBL?
AT:”
dampak yang muncul setelah anda mengikuti program CBL ini yaitut berdampak baik ke sifat sosial
yang saya miliki seperti saya lebih mandiri dan mampu tampil membawakan sebuah
ceramah di muka umum”.
Keterangan:P (Peneliti)
AT (Adinda Tasya)
Wawancara pada sisiwa ke dua
P:
(1) jelaskan keterlibatan kamu dalam organisasi berbasis masyarakat ini,
dari persiapan, pelaksanaan sampai dengan setelah pelaksanaan?
EF:”Keterlibatan
saya di kegiatan berbasis masyarakat ini cukup baik hal ini dapat di lihat dari
antisipasi saya mengikuti kegiatan berupa kegiatan dakwah ke beberapa mesjid
yang ada di Sulawesi selatan”
P:
(2) menurutmu, apa saja manfaat yang kamu peroleh setelah mengikuti program CBL
ini?
EF:”Manfaat
yang saya peroleh yaitu saya mampu bersosialisasi dengan baik ke pada
masyarakat sekitar.
P : (3) bagaimana
dampak yang muncul setelah anda mengikuti program CBL?
EF:”Dampak
yang muncul untuk saya sendiri yaitu saya dapat berperilaku baik ke pada
seseorang yang belum saya kenal.
Keterangan : P(Peneliti)
EF(Elsha Fahrena)
Wawancara pada siswa ketiga
P:
(1) jelaskan keterlibatan kamu dalam organisasi berbasis masyarakat ini,
dari persiapan, pelaksanaan sampai dengan setelah pelaksanaan?
NH:”keterlibatan
saya pada hal ini yaitu kurang berpartisipasi penuh karena saya kurang
terttarik pada program ini.
P:
(2) menurutmu, apa saja manfaat yang kamu peroleh setelah mengikuti program CBL
ini?
NH:Manfaat
yang saya peroleh pada program ini kurang saya rasakan karena saya kurang
tertarik pada hal ini.
P : (3) bagaimana
dampak yang muncul setelah anda mengikuti program CBL?
NH:OK
pada hal CBL ini dampaknya tidak saya rasakan karena saya kurang tertarik untuk
berpartisipasi.
Keterangan :
P(Penelitian)
NH(Nurul Hidaya)
Wawancara
pada sisiwa ka empat
P:
(1) jelaskan keterlibatan kamu dalam organisasi berbasis masyarakat ini,
dari persiapan, pelaksanaan sampai dengan setelah pelaksanaan?
VA:Pada
awalnya saya kurang terlibat pada organisasi ini,tapi setelah saya merasakan
manfaat dari kegiatan ini saya sudah mulai aktif mulai dari membuat naskah
ceramah hingga berceramah langsung di beberapa mesjid.
P:
(2) menurutmu, apa saja manfaat yang kamu peroleh setelah mengikuti program CBL
ini?
VA:Manfaat
yang saya dapatkan yaiu pada awalnya saya adalah orang yang susah dalam
bersosialisai dengan teman tapi setelah mengikuti kegiatan ini saya sudah mulai
dapat berpartisipasi dengan teman dan bahkan masyarakat
P : (3) bagaimana
dampak yang muncul setelah anda mengikuti program CBL?
VA:Dampaknya
untuk saya adalah menambah kepercayaan diri saya saat bersosialisasi baik itu
dengan teman dan masyarakat.
Keterangan :
P(Peneliti)
VA(Vanesa Azahra)
Pembahasan
Pada observasi yang berjudul” Pengaruh Implemantasi Community
Based Learning Pada Siswa Kelas VIII di Pondok
Pesantren Babusadda Bajo Tahun 2020. yang telah dilakukan pada Kamis, 29 Mei 2020 Dari hasil wawancara di
atas ke pada 4 siswa di peroleh informasi bahwa pengaruh implementasi pada
sisiwa kelas VIII Pondok Pesantren Babusadda Bajo itu bervariasi mulai dari
keterlibatan siswa itu pada program Community
Based Learning pondok pesantren Babusadda Bajo dimana ada siswa yang
terlibat penuh bahkan aktif dalam program ini,ada juga siswa yang kurang aktif
karena minat yang dimiliki pada program ini masih kurang,dan ada juga beberapa
siswa yang aktif setelah merasakan manfaat dari kegiatan ini.Adapun manfaat
yang dirasakan pada masing –masing siswa itu berbeda sesuai dengan pengalaman
yang mereka dapat ketika mengikuti kegiatan berbasis masyarakat ini.
Ada
beberapa hal yang dapat di lakukan dalam Proses implementasi community Based
learning atau pembelajaran berbasis asyarakat ini agar manfaat dari penerapanya
dapat di rasakan oleh semua siswa. yaitu program Community based learning yang
sedang di jalankan pada pondok pesantren tersebut harus wajib di ikuti oleh
semua siswa agar setiap siswa merasa tertantang dan memiliki pengalaman dalam
berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Kesimpulan
Dari informasi yang diperoleh dapat kita simpulkan bahwa Dalam
penelitian penelitian ini berupa observasi yang langsung
dilakukan penulis pada siswa kelas VIII Pondok pesantren babusaddah Bajo yang
berjumlah 4 orang .Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII
pondok pesantren babusaddah Bajo yang berjumlah 4 orang dengan menggunakan
metode wawancara.
Pada observasi yang berjudul’ Pengaruh Implementasi Community
Based Learning Pada Siswa Kelas VII
Pondok Pesantren Babusadda Bajo
Tahun2020” yang telah dilakukan pada Kamis,28
Mei 2020 telah di analisi bahwa pengaruh Implementasi program Community Based Learning Pada Siswa Kelas
VII Pondok Pesantren Babusadda Bajo.Dimana pengaruh
implementasinya berbeda- beda pada
setiap siswa sesuai dengan pengalaman yang di dapatkanya ketika menjalani program Community Based
Learning yang telah di terapkan pada pondok pesantren babusadda bajo.Dan
beberapa sisiwa juga telah merasakan manfaat dari program CBL ini seperti
mereka dapat bersosialisasi dengan baik dengan masyarakat sekitar,dan dapat
meningkatkan kepercayaan diri mereka ketika bersosialisasi.
Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, yaitu hal yang disarankan
adalah pada setiap sistem pendidikan harus dapat menerapkan community based learning/pembelajaran
berbasis masyarakat agar siswa dapat langsung bersosialisasi dan menganggap
dirinya penting bagi masyarakat,dan agar masyarakat memiliki peran dalam
pendidikan formal siswa itu sendiri.
DAFTAR PUSTAKA
https://www.marshall.edu/ctl/community-engagement/what-is-service-learning
https://citl.illinois.edu/citl-101/teaching-learning/resources/teaching
strategies/community-based-learning-service-learning
https://m.bukalapak.com/amp/hobi-koleksi/buku/pendidikan/xxd84p-jual-original-buku-community-based-education-a-roadmap-of-indonesian-education-from-crises-to-recovery-karangan-hafid-abbas
https://bermainbersamabapak.wordpress.com/2016/08/19/community-based-education-cbe/amp/
https://journal.uny.ac.id/index.php/jk/article/view/12682
Komentar
Posting Komentar