ARTIKEL BIMBINGAN KONSELING ISLAM (2)
Rindy Pratiwi (18 0202 0113)
Program
Studi Pendidikan Bahasa Inggris
FTIK
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo
e-mail:
arindypratiwii@gmail.com
Dosen
Pembimbing: Dr.Rustan S,M.Hum.
Abstrak:
Bimbingan adalah terjemah dari
istilah bahasa inggris “Guidance”. Guidance adalah kata dalam bentuk
masdar yang berasal dari kata kerja ”to guide” artinya menunjukkan, membimbing,
atau menuntun orang ke jalan yang benar. Jadi, guidance berarti pemberi
petunjuk, pemberian bimbingan atau tuntunan kepada orang lain yang membutuhkan.
Konseling atau Counseling adalah
kata dalam bentuk masdar dari ”to counsel” yang artinya memberikan nasehat atau
memberi anjuran kepada orang lain secara face to face (berhadapan muka satu
sama lain). Jadi, counseling adalah pemberian nasehat atau penasehatan kepada
orang lain secara individu (perseorangan) yang dilakukan dengan face to
face.(Arifin, 1978:18). Bimbingan
konseling islam atau Bimbingan konseling islami adalah proses pemberian
bantuan terarah, continu dan sistematis kepada setiap individu agar ia dapat
mengembangkan potensi fitrah beragama yang dimilikinya secara optimal dengan
nilai-nilai yang terkandung di dalam Al-Qur’an dan hadits. Dengan
bimbingan dibidang agama islam merupakan kegiatan dari dakwah islamiah. Karena
dakwah yang terarah adalah memberikan bimbingan kepada umat islam untuk
betul-betul mencapai dan melaksanakan keseimbangan hidup fid dunya wal
akhirah. Pendidikan pada hakekatnya
merupakan usaha sadar untuk mengembangkan kepribadian yang berlangsung seumur
hidup baik disekolah maupun madrasah. Pendidikan juga bermakna proses membantu
individu baik jasmani dan rohani kearah terbentuknya kepribadian utama pribadi
yang berkualitas, dalam konteks Islam pendidikan bermakna bimbingan terhadap
pertumbuhan rohani dan jasmani menurut ajaran Islam dengan hikmah mengarahkan,
mengajarkan, melatih, mengasuh dan mengawasi beralakunya semua ajaran Islam.
Dalam kaitan ini, Peran bimbingan dan konseling Islam dalam pendidikan
merupakan usaha membantu individu untuk menjadi manusia yang berkembang dalam
hal pendidikan dan membentuk kepribadian yang berguna dalam kehidupannya yang
memiliki berbagai wawasan, pandangan, interpretasi, pilihan, penyesuaian dan
keterampilan yang tepat berkenan dengan diri sendiri dan lingkungannya.
Kata kunci: Bimbingan Konseling, Islam, Pendidikan.
Abstract :
Education
is a conscious effort to develop a personality that lasts a lifetime both in
school and madrasah. Education also means the process of helping individuals
both physically and mentally towards the formation of the main personaly of
qualified person, in the context of Islam, education means that the guidance of
the spiritual and physical. growth according to Islam with wisdom to direct,
train, nurture, and oversee the applying of teachings of Islam. In this
regards, the role of the guidance and counseling of Islam in education is the
effort to help people to be a developing human in terms of education and to
form a useful personality in life that have a variety of insights, views,
interpretations, choices, adaptation, and the right skills on theirselves and
their environment. So, the urgency of Islamic guidance and counseling is very
important to achieve the development of educational process.
Keywords:
Guidance and Counseling, Islam, and Education.
I.
PENDAHULUAN
Bimbingan
Konseling Islam adalah upaya membantu individu belajar mengembangkan fitrah dan
atau kembali kepada fitrah dengan cara memberdayakan iman, akal, dan kemauan
yang dikaruniakan ALLAH SWT kepadanya untuk mempelajari tuntunan Allah dan
rosul-Nya agar fitrah yang ada pada individu itu berkembangan dengan benar dan
kukuh sesuai dengan tuntunan Allah SWT. Demikian juga halnya dalam
mendefinisikan bimbingan dan Konseling Islami, terdapat beberapa orang pakar yang
mencoba memberikan pengertiannya, diantaranya : Musnamar 1992 : 5), beliau
mendefinisikan bimbingan dan Konseling islami adalah proses pemberian bantuan
terhadap individu agar mampu hidup selaras sesuai dengan ketentuan dan petunjuk
Allah, sehingga dapat mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.
Berdasarkan
definisi ini, bimbingan dan Konseling islami merupakan proses bimbingan
sebagaimana proses bimbingan lainnya, tetapi dalam segala aspek kegiatannya
selalu berlandaskan ajaran Islam yaitu sesuai dengan prinsip – prinsip Alqur’an
dan sunnah Nabi Muhammad SAW.
Agar kegiatan
Konseling dapat mencapai keberhasilan yang diinginkan, maka aspek tujuan
menjadi sangat penting. Adapun tujuan konseling yang tidak jelas sehingga
menyebabkan proses konseling tidak terarah bahkan cenderung pelaksanaanya membingungkan
dan lebih lagi bagi Remaja putus sekolah maupun bagi keluarga remaja putus
sekolah.
Oleh karena
itu diperlukan perumusan tujuan konseling yang jelas. Penentuan atau perumusan
tujuan konseling yang baik harus memperhatikan kondisi remaja dan kelurganya
tentunya meliputi aspek sosial ekonomi, sosial budaya dan sosial politik serta
sosial agama dan lainnya. Penentuan tujuan konseling mutlak harus dilakukan
untuk memperjelas tujuan yang ingin dicapai, jadi sebelum konseling dilakukan,
baik konselor maupun klien telah mengetahui tujuan apa yang ingin dicapai dan
target-target apa yang harus disusun untuk mencapai tujuan tersebut. Perumusan
tujuan konseling inilah yang kemudian menunjukkan arah proses konseling dan
kemudian menunjukkan kepada konselor apakah penerapan konseling berhasil atau
tidak. Adapun tujuan konseling :
II.
TUJUAN
1. Tujuan
Konseling
a. Tujuan umum
konseling
merupakan sesuatu yang hendak dicapai oleh
seluruh aktivitas konseling. Ini berarti tujuan konseling yang masih bersifat
umum secara mendalam mengenai tujuan konseling secara umum adalah :
1) Penyusunan kembali kepribadian.
2) Penemuan
makna hidup.
3) Penyembuhan
gangguan emosional.
4) Penyesuaian tehadap masyarakat.
5) Pencapaian kebahagiaan dan kepuasa.
6) Pencapaian aktualisasi diri.
7) Perasan
kecemasan.
8) Penghapusan
tingkah laku abnormal dan mempelajari pola tingkah laku adaptif
b. Tujuan khusus Secara khusus
tujuan konseling tergantung dari masalah yang dihadapi oleh masing-masing
konseli. setiap konselor dapat merumuskan tujuan konseling yang berbeda – beda sesuai
dengan kebutuhan masing-masing konseli. Kemandirian mencakup lima yang
hendaknya di jalankan oleh pribadi yang mandiri yaitu:
1) Mengenal diri sendiri dan
lingkungannya.
2) Menerima diri sendiri dan
lingkungannya secara positif dan dinamis.
3) Mengambil keputusan.
4) Mengerahkan diri dan
5) Mewujudkan diri
III.
METODE PENELITIAN
1. Jenis
Layanan Bimbingan
a.
Pelayanan pengumpulan data dan lingkunganya,
pelayanan ini merupakan usahan untuk mengetahui diri individu seluas-luasnya,
beserta latar belakang lingkungannya. Hal ini meliputi aspek-aspek fisik
akademik, kecerdasan, minat, cita-cita, sosial, ekonomi, kepribadian, dan latar
belakang kelurganya.
b. Konseling.
Konseling merupakan pelayanan terpenting dalam program bimbingan. Layanan ini
memfasilitasi untuk memperoleh bantuan prinadi secara langsung
c. Penyajian
informasi dan penempatan, penyajian informasi dalam arti menyajiakan keterangan
informasi tentang berbagai aspek kehidupan yang di perlukan individu.
d. Penilaian
dan penelitian, layanan penelitian dilaksanakan untuk mengetahui tujuan program
bimbingan apa saja yang telah dilaksnakan dapat di capai. Selain itu dilakukan
juga penilaian terhadap hasil pelayaankepada individu-individu yang mendapatkan
pelayanan, un tuk kemudian dilakukan tindak lanjut,terhadap hasil yang telah
dicapai oleh individu yang bersangkutan.
2. Teknik-Teknik
Bimbingan dan Konseling Teknik-Teknik layanan bimbingan dan konseling itu
sebagai berikut:
a. Pelaksanaan kegiatan Kegiatan yang telah
direncanakan itu selanjutnya dilaksanakan melalui kegiatan sebagai berikut.10
1) Persiapan menyeluruh yang meliputi persiapan fisik (tempat dan
kelengkapannya) persiapan bahan, persiapan keterampilan, dan persiapan
administrasi. Mengenai persiapan keterampilan, untuk penyelenggaran bimbingan
kelompok, guru bimbingan dan konseling diharapkan mampu melaksanakan
teknik-teknik berikut.Teknik umum yaitu “Tiga M” : Mendengar dengan baik,
Memahami secara penuh, Merespon secara tepat.Keterampilan memberikan tanggapan:
mengenal perasaan pesrta mengukTeknik Bimbingan Konseling yang di gunakan dalam
membimbing remaja UPTD.
1. teknik pemberian informasi (expository),
2. diskusi kelompok,
3. teknik pemecahan masalah (problem solving).
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
1.
Hasil
Di bawah ini merupakan hasil wawancara
peneliti dengan Remaja dan pembimbing di (UPTD) Pelayanan Sosial Bina Remaja
yang berisikan tentang program dan kegiatan bimbingan keterampilan dan
keagamaan yang telah dilaksanakan.
Jumlah anak asuh yang berperilaku buruk
semakin berkurang jumlahnya, sebagaimana yang di ungkapkan oleh Ningdalam
wawancaranya :
“Memang pada awal berdirinya (UPTD) ini
memiliki maksud dan tujuan, dalam kesejateran sosial anak remaja penyandang
masalah sosial,(keterlantaran dan kemiskinan) melalui penyelenggaran
kesejateran sosial dalam mencapai tujuan tersebut nilai-nilai Islam bimbingan
mental, sosial dan pemberian motivasi harus berperan di (UPTD) ini karena mampu
mengarahkan ke yang lebih baik, seperti anak asuh yang membutuhkan
asupan-asupan yang bermanfaat dalam hidup, menjadikan anak mengetahui hal baik
maupun buruk untuk dapat mengontrol diri anak tersebut”.
Perilaku sudah Bimbingan konseling dalam
membentuk remaja yang mandiri
No
|
Nama
|
Pendidikan
|
Umur
|
Perilaku
Sesudah Mengikuti Bimbingan Konseling dalam membentuk remaja mandiri
|
Keterangan
|
1.
|
Anwar
Hadid
|
SMP
|
17
|
Mampumenyesuaikan lingkungan baru, menunjukkan perubahan
dengan perlahan, dapat mengenal identitas dirinya, percaya diri, dapat
mengambil keputusan, yakin terhadap dirinya, sudah berani bersosialisai dan
komunikasi dengan baik, dan memiliki pres
|
Memiliki keterampilan servis motor
|
2.
|
Buyadi
|
SD
|
18
|
mampu menyesuaikan lingkungan baru, menunjukkan perubahan
dengan perlahan, dapat mengenal identitas dirinya, percaya diri, dapat
mengambil keputusan, yakin terhadap dirinya, sudah berani bersosialisai dan
komunikasi dengan baik.
|
Sudah Memiliki keterampilan servis elektronik
|
3.
|
Ratna
wiji Sari
|
MTS
|
18
|
Mampu menyesuaikan lingkungan baru, menunjukkan perubahan
dengan perlahan, dapat mengenal identitas dirinya, percaya diri, dapat
mengambil keputusan, yakin terhadap dirinya, sudah berani bersosialisai dan
komunikasi dengan baik, dan memiliki prestasi yang meningkat
|
Sudah
memiliki keterampilan menjahit
|
4.
|
Wartini
|
SMP
|
19
|
mampu menyesuaikan lingkungan baru, menunjukkan perubahan
dengan perlahan, dapat mengenal identitas dirinya, percaya diri, dapat
mengambil keputusan, yakin terhadap dirinya, sudah berani bersosialisai dan
komunikasi dengan baik, dan memiliki prestasi yang meningkat.
|
Sudah
memiliki keterampilan menjait
|
5.
|
Yoca Tauhid
|
SMP
|
19
|
mampu menyesuaikan lingkungan baru, menunjukkan perubahan
dengan perlahan, dapat mengenal identitas dirinya, percaya diri, dapat
mengambil keputusan, yakin terhadap dirinya, sudah berani bersosialisai dan
komunikasi dengan baik, dan memiliki prestasi yang meningkat
|
Memiliki
keterampilan servis alat elektronik
|
6.
|
Yuni Astuti
|
SMP
|
18
|
mampu menyesuaikan lingkungan baru, menunjukkan perubahan
dengan perlahan, dapat mengenal identitas dirinya, percaya diri,
|
Sudah
memiliki keterampilan menjait
|
2. Pembahasan
Berdasarkan hasil dari
bimbingan konseling Islam dalam membentuk remaja yang mandiri yang diikuti oleh
anak asuh maka terjadinya perubahan dalam kehidupan sehari-hari anak asuh, maka
bimbingan konseling Islam disini sangat berpengaruh bagi kelangsungan hidup
bersosisalisasi pada anak asuh.Anak asuh menjadi insan-insan yang bermanfaat
karenadirinya dapat berinteraksi dan berkomunikasi dengan baik, seh ingga dapat
menghasilkan prestasi-prestasi baik. Selanjutnya untuk memperoleh data yang
lebih akurat, penulis melakukan wawancara terhadap proses bimbingan konseling
Islam yang dilaksanakan oleh pembimbing ataudi (UPTD) Pelayanan Sosial Bina
Remaja Raden Intan Lampung , Bimbingan konseling Islam dalam membnetuk remaja
mandiri harus dilakukan oleh pembimbing yang mengetahui dan menguasai
pengetahuan psikologi,kemampuan interpersonalnya dengan baik, baik secara individual
maupun secara kelompok.
Seperti yang telah di
ungkapkan pembimbing Remaja ibu ning dalam wawancara berikut ini :
“Anak-anak menunjukkan
perubahannya sedikit demi sedikit mulai dari perilaku saat belajar bimbingan
konseling Islam , kesopan santunan terhadap guru pembimbing dan dalam hal
bebicara di depan umum, sedikit demi sedikit sudah mulai berani dan tidak takut
lagi berbicara di depan teman-temannya dan mulai aktif mengemukakan pendapat,
anak menunjukan perubahan dari yang tadinyamalu berbicara, sekarang berani
mengungkappkan pendapat di depan teman-temannya dengan baik”.
Menurut ibu ning
bimbingan konseling Islam dalam membentuk remaja yang mandiri “ibu ning beliau
mengatakan” :
“ Teknik Bimbingan Konseling yang di gunakan
dalam membimbing remaja UPTD tersebut ada 3 yaitu: 1. teknik pemberian
informasi (expository), 2. diskusi kelompok, 3. teknik pemecahan masalah (problem
solving) dan teknik yang sering di gunakan adalah teknikpemberian informasi
(expository) ” Berdasarkan wawancara di atas menunjukkan bahwasanya perilaku
anak berubah karena adanya bimbingan konseling Islam yang ada, di(UPTD)
Pelayanan Sosial Bina Remaja Raden Intan Lampung.
V.
KESIMPULAN DAN SARAN
1.
KESIMPULAN
Berdasarkan data
observasi, interview dan dokumentasi dalam penelitian ini maka penulis dapat
mengambil kesimpulan sebagai berikut : Peran bimbingan Konseling Islam dalam
Membentuk Remaja yang Mandiri di UPTD PSBR Pelayanan Bina Remaja Raden Intan
Provinsi Lampung. Menujukan perubahan dari sebelumnya.
1. Banyak dari anak asuh yang merasa awam,
sangat pemalu, pendiam, bahkan tidak tahu apa-apa tentang cara komunikasi dan
bersosialisasai dengan benar dan dapat keterampilan yang bisa di jadikan
wirausaha. Juga dapat interksi pada teman-teman sebaya dan menyesuaikan
dilingkungan sekitar, perubahan itu berupa perubahan perilaku anak berkat
adanya peran Bimbingan Konseling Islam dalam membentuk remaja yang mandiri. Hal
ini itu pun diakui oleh keluarga mereka yang menitipkan anak ke UPTD Pelayanan
Sosial Bina Remaja(PSBR) Raden Intan Lampung”
2. Kurangnya tenaga ahli dibidang
psikologi dan bimbingan konseling jumlah konseling yang kurang memadai untuk
jumlah remaja dan kurang nya fasilitas buku bimbingan konseling dan psikologi
untuk menambah wawasan keilmuan tentang prilaku remaja yang positif dan negatif
hibauan untuk anak asuh agar dapat memngaplikasihkan apa yang telah yang di
sampaikan pembimbing yang telah diterima pada saat bimbingan.
2. SARAN
Saran-saran
di bawah ini di ajukan penulis untuk peran orang tua peganti yaitu bapak ibu
asuh di UPTD PSBR Raden Intan Lampung.
1.
Perlu di tambah nya psikologi atau konsling untuk membentuk karater remaja yang
lebih baik.
2.
Orang tua asuh yang saat berperan penting untuk para anak remaja di UPTD karna
anak anak remaja yang sangat membutuhkan peran orang tua dengan ada nya
pendekatan antra anak dan bapak asuh akan membuat anak akan sedikit terbuka dan
akan menganggap bapak/ dan ibu asuh sebagai orang tua kedua anak
3. Anak harus di arahkan ke Islami karana
tidak semua anak di UPTD memiliki kedisipilan yang sama di rumah mereka
masing-masing perlu nya kedekatan yang Islami pada anak-anak remaja UPTD
4.
Perlu nya adanya kontrol terhadap kebiasaan anak dalam bergaul dan menonton
acara televisi terutama seletif terhadap acara televisi yang di gemari anak
Remaja dan cinta-cintaan.
DAFTAR PUSTAKA
Komentar
Posting Komentar