ARTIKEL BIMBINGAN KONSELING (4)
“ARTIKEL BIMBINGAN DAN KONSELING”
PERAN BIMBINGAN DAN KONSELING TERHADAP PERKEMBANGAN BELAJAR
SISWA SD ISLAM NUR SITTI RAHMA
OLEH:
Musdalipa H. Tombong
Program Studi Pendidikan Bahasa
Inggris
FTIK Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo
DosenPembimbing: Dr. Rustan S, M. Hum
AbstrakKegiatan Pendidikan dan bimbingan telah dilakukan orang sejak ribuan tahun silam, motode dan teknik mengalami perubahan secara terus-menerus mengikuti perkembangan zaman. Setelah peran keluarga, maka peran lingkungan sekolah yang memiliki kedudukan kedua dalam proses perkembangan belajar siswa. Peran Pendidikan ini bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya, yakni beriman, berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri, serta tanggung jawab yang tinggi dalam bermasyarakat. Dalam usaha itu, guru perlu mengetahui landasan, konsep, prosedur, dan praktek bimbingan konseling.
Kata Kunci: bimbingan dan konseling, perkembangan belajar siswa.
Abstract
Education and guidance has been done thousands of years ago, the methods and techniques of experiencing change continually keep abreast of the times. After the role of the family, role of the school has a second position in a process of student learning development. The role of education is aimed at educating the life of the nation and developing Indonesian people as a whole, namely people who have faith, are virtuous, have knowledge and skills, physical and spiritual health, a steady and independent personality and a high sense of responsibility in society. In that teachers need to know the foundation, concepts, procedures, and guidance counseling practices.
Keywords: guidance and counseling, development of student learning.
I. PENDAHULUAN
Bimbingan konseling merupakan dua istilah yang sering dirangkai bagaikan kata majemuk. Hal ini mengisyaratkan bahwa kegiatan bimbingan kadang-kadang dilanjutkan dengan kegiatan konseling. Beberapa ahli menyatakan bahwa konseling merupakan inti atau jantung hati dari kegiatan bimbingan. Banyak ahli yang merumuskan pengertian bimbingan dan konseling. Dalam merumuskan kedua istilah tersebut mereka memberikan tekanan pada aspek tertentu pada kegiatan tersebut. Dibawah ini beberapa rumusan para ahli tentang istilah bimbingan dan konseling
1. Menurut Jones (1963), guidance is the help given by one person to another in making choice and adjustment and in solving problem. Ini senada dengan pengertian bimbingan yang dikemukakan oleh Rochman Natawidjaja (1978).
2. James P.Adam (dikutip dari Depdikbud, 1979), konseling ialah suatu pertalian timbal balik antar dua orang individu dimana yang seorang (konelor) membantu yang lain (konseli) supaya dia dapat lebih baik memahami dirinya dalam hubungannya dengan mmasalah hidup yang dihadapinya pada waktu itu dan pada waktu yang akan datang.
3. Menurut Bimo Walgito (1982), menyatakan bahwa konseling adalah bantuan yang diberikan kepada individu dalam memecahkan masalah kehidupannya dalam wawancara, dengan cara-cara yang sesuai dengan keadaan individu yang dihadapi untuk mencapai kesejahteraan hidupnya.
4. Menurut bimo walgito (1982), menyarikan beberapa rumusan bimbingan yang dikemukakan para ahli, sehingga mendapatkan rumusan bimbingan yaitu bimbingan ialah bantuan atau pertolongan yang diberikan kepada individua tau kumpulan individu-individu dalam menghindari atau mengatasi kesulitan-kesulitan dalam kehidupannya, agar individua tau sekelompok individu itu dapat mencapai kesejahteraan hidupnya.
Kegiatan bimbingan dan konseling ini berbeda dengan kegiatan mengajar, karena itu sangatlah perlu adanya bimbingan dan konseling ini pada tia-tiap sekolah. Perbedaannya yakni kegiatan mengajar sudah dirumuskan terlebih
dahulu dan target pencapaiannya sama untuk seluruh siswa, akan tetapi kegiatan bimbingan dan konseling target dan pencapaiannya lebih bersifat individual atau kelompok, pembicaraan dalam kegiatan mengajar lebih banyak diarahkan pada pemberian informasi, atau pembuktian dalam satu masalah, sedangkan dalam konseling lebih ditujukan untuk memecahkan masalah yang dihadapi oleh konseling.
Tujuan dari bimbingan konseling itu sendiri ialah untuk meringankan tugas guru dalam mengatasi masalah-masalah yang ada, mengembangkan dan memperluas pandangan guru tentang solusi efektif yang dapat digunakan. Oleh karena itu konselor dan guru/pengajar merupakan suatu tim yang sangat penting dalma kegiatan Pendidikan, kerena keduanya dapat saling menunjang terciptanya proses pembelajaran efektif yang dapat memberi perkembangan belajar pada siswa.
I. METODE PENELITIAN
1. Jenis penelitian
Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian deskriptif, menurut sutja. Dkk,. (2014:86) penelitian deskriptif merupakan penelitianyang berusaha menggambarkan keadaan subjek saat itu atau menggambarkan lapangan sebagaimana adanya.
2. Jenis dan sumber data
Adapun jenis dan sumber data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah data primer yaitu data yang ditarik secara langsung, sumber data adalah responden yang terdiri dari 10 orang siswa. Data tersebut berupa motivasi siswa dalam memanfaatkan layanan bimbingan konseling dalam mengembangkan minat belajar siswa SD Islam Nur Sitti Rahma.
II. HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Hasil
Hasil ini di dapatkan dari kegiatan yang diikuti oleh 10 siswa SD Islam Nur Sitti Rahma. Hasil tersebut digambarkan sebagai berikut:
Jeniskegiatan
|
Siswa yang setuju
|
Siswa yang tidaksetuju
|
Memotivasisiswadalampengerjaantugas
|
5 siswa
|
5 siswa
|
Memotivasimelaluisuasanabelajar
|
7 siswa
|
3 siswa
|
2. Pembahasan
Berdasarkan kegiatan yang dilakukan oleh pihak BK SD Islam Nur Sitti Rahma dapat diproleh hasil sesuai dengan table di atas. Sesuai dengan pengelolahan table di atas pada kegiatan pertama yakni “memotivasi siswa dalam pengerjaan tugas” terlaksana cukup baik hal tersebut dapat kita lihat dari jumlah siswa yang setuju dan tidak setuju berimbang. Sedangkan pada kegiatan kedua yakni “memotivasi siswa melalui suasana belajar” terlakasana dengan baik dan dinilai lebih efesien karena dapat dilihat dari table bahwa jumlah siswa yang setuju lebih dimonat daripada siswa yang tidak setuju. Kedua kegiatan dilaksanakan pada waktu yang berbeda sehingga dalam satu kegiatan diikuti oleh seluruh siswa yang telah ditentukan dan dimintai pendapat setelah kegiatan berlangsung.
III. KESIMPULAN DAN SARAN
1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil data yang telah dibahas pada bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa dalam mengembangkan minat belajar siswa SD Islam Nur Sitti Rahma yang dianggap lebih efektif yakni dengan memotivasi siswa melalui suasana belajar yang dapat memberi kenyamanan. Karena sesungguhnya tujuan dari bimbingan konseling
ialah untuk meringankan tugas guru dalam mengatasi masalah-masalah yang ada, mengembangkan dan memperluas pandangan guru tentang solusi efektif yang dapat digunakan. Oleh karena itu konselor dan guru/pengajar merupakan suatu tim yang sangat penting dalma kegiatan Pendidikan, kerena keduanya dapat saling menunjang terciptanya proses pembelajaran efektif yang dapat memberi perkembangan belajar pada siswa.
2. Saran
Setelah dilakukan penelitian yang dilakukan oleh pihak BK dalam mengetahui hal yang dapat mengembangkan minat belajar siswa, diharapkan pihak guru dapat mengaplikasikan kegiatan yang dianggap efektif untuk persoalan meningkatkan motivasi belajar siswa, agar siswa yang memiliki masalah dalam minat belajar dapat diatasi.
DAFTAR PUSTAKA
Gudnanto, 2015. Peran bimbingan dan konselling islami untuk mencetak generasi emas Indonesia. Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Muria Kudus.
https://www.kompasiana.com/analathifah/5520b4e2813311c87619f71a/pentingny a-peran-bimbingan-konseling-terhadap-peserta-didik
Komentar
Posting Komentar